Senin, 17 Oktober 2011

BE A GOOD LISTENER FOR EVERYONE! ^^


            These are some tips to be a good listener which is given by writer to all of you. Simak yo!
1.  Tanamkan kesadaran bahwa mendengarkan adalah pekerjaan mulia dan kunci kesuksesan.
Hati manusia akan berjiwa besar (lapang dada) bila diawali dari membuka mata dan membuka pendengaran.
2.  Berikan perhatian sepenuhnya kepada lawan bicara.
Ketika ada yang ingin mengajak kita berbicara, berusahalah untuk menjauhkan semua pikiran yang mengganggu dalam kepala kita. Fokuskan diri kepada uraian pembicaraannya. Kita tidak mungkin bisa mendengarkannya jika pada saat yang sama kita memikirkan hal lain yang mengganggu pikiran kita.
3.  Hindari perdebatan yang tidak perlu.
Keadaan ini perlu diperhatikan jika kita sedang dalam pembicaraan yang berbeda sudut pandang. Jangan memberikan komentar mendadak ketika lawan bicara sedang mengungkapkan pandangannya. Jangan pula ajak dia untuk berdebat, apalagi jika kita ingin mencari siapa pemenang dari perdebatan tersebut. Hal ini akan membuatnya malas berkomunikasi dengan kita. Biasakan memberi kesempatan padanya untuk menjelaskan duduk persoalan sebelum kita berkomentar.
4.  Tataplah mata lawan dengan tatapan hormat.
Bagaimana rasanya berbicara dengan orang yang menghindari kontak matanya dengan kita? Mungkin akan menyakitkan. Terutama jika kita ingin membicarakan sesuatu yang penting. Karenanya, ketika kita sedang bicara, tataplah matanya. Saat kita memandangnya, dia akan merasa nyaman, mau membuka hati dan masalahnya pada kita. Jangan berkeliling memandang ruangan atau objek lain.
5.  Perhatikan intonasi dan bahasa tubuhnya.
Biasanya orang akan menyembunyikan emosinya ketika berbicara dengan kita. Dengan memperhatikan intonasi suara dan bahasa tubuhnya, kita bisa mendapatkan tanda-tanda dan mampu memahami apa yang sebenarnya ada di pikirannya. Kita pun bisa menjadi semakin tahu bagaimana cara menghadapinya.
6.  Berikan respon yang bersahabat.
Respon kecil yang mungkin tampak sepele bisa membuat lawan bicara merasa dihargai. Sekali-kali anda bisa megangguk, menggelengkan kepala, tersenyum, tertawa kecil, atau memberikan komentar-komentar pendek seperti, “Oh, ya?, hebat!” dan lain-lain.
7.  Jangan alihkan pembicaraan secara tiba-tiba.
Bila kita merasa bosan atau tidak berminat dengan topik pembicaraannya, alihkan dengan perlahan-lahan. Jangan mengubah topik pembicaraan secara tiba-tiba.
8.  Belajarlah peka terhadap motif pembicaraannya.
Mungkin dia sedang mencurahkan isi hatinya tanpa keinginan untuk dinasehati, apalagi disalahkan. Jadi kita cukup berperan sebagai pendengar saja. Mungkin dia sedang menceritakan pengalaman agar kita memujinya. Jadi, pujilah ia dengan tulus.
9.  Ungkapkan dengan santun bila tidak punya waktu banyak untuk mendengarkannya.
Keberanian kita untuk mengkomunikasikan kondisi kita sejak awal akan membuat lawan biacara mengukur pembicaraannya. Tapi jika kita tidak mengungkapkannya sejak awal, sementara kita tidak bisa berlama-lama karena ada kepentingan lain, lalu kita putuskan pembicaraan, ia pun akan kecewa kepada kita.
10.  Belajarlah mendengar dengan sabar dan tulus.
Semua tips di atas tidak akan membuat kita menjadi pendengar yang baik bila kita tidak melakukannya dengan sabar dan tulus. Kita tidak akan menjadi pendengar yang baik bila terbiasa berpura menjadi pendengar yang baik.

Wallahu a’lam bish—shawab ***

Ahmad Hizazul Fikri :) :)


Langit masih biru sejak pertama kali di ciptakan sampai sekarang...
Embun pun masih bening dan sejuk setiap kali hadir di dedaunan yang selalu merindunya tanpa henti...
Namamu pun rupanya tak mau kalah, masih tetap tersimpan dalam hati ini sejak waktu mempertemukan...
Indah, seperti indahnya kitab yang terhampar yang dalam diamnya selalu bertasbih pada Sang Maha Pemberi cinta...
Malam diam dengan segala keagungannya...
Enggan bicara, walau membisikkan sebuah kalimat cinta...
Islam mengatakan cinta harus diungkapkan, walau serupa sindiran...
Sedangkan tatapan mengisyaratkan untuk diterjemahkan...
Akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan...
Ruhku bertasbih pada Tuhan semesta alam...
Isyarat cinta pada-Nya dan padamu...

Kisah dari Rasulullah :>

Kisah Rasulullah Saw. Mengingatkan Alam Kubur kepada Sahabat yang Tertawa
                Suatu ketika, Nabi saw. datang untuk shalat. Lalu beliau melihat sekumpulan sahabat r.hum sedang tertawa-tawa sampai gigi mereka terlihat jelas. Nabi saw. bersabda, “Apabila kalian banyak mengingat maut, kalian tidak akan seperti yang kulihat ini. Perbanyaklah mengingat maut. Di kubur, tiada sehari pun yang terewati kecuali kubur akan berkata, “Aku rumah yang tidak mengenal persahabatan, aku rumah kesendirian, aku rumah yang penuh tanah, aku rumah ula-ulat.” Apabila mukmin diletakkan di dalam kubur, kubur akan berkata, “Selamat datang, bagus engkau telah datang, di antara orang yang tinggal di atas bumi ini, engkaulah yang paling kusukai. Sekarang engkau telah tiba, maka aku akan berbuat yang terbaik untukmu.” Lalu kubur akan melebar seluas pandangan mayit, dan akan dibukakan baginya salah satu pintu surga, sehingga berhembus angin surga kepadanya, dan akan tercium harumnya surga. Dan jika seseorang yang berakhlak buruk dimasukkan ke kubur, kubur berkata, “Tiada ucapan selamat datang bagimu. Sangat buruk kedatanganmu ini. Dari semua orang yang berada di atas bumi ini, kamulah yang paling kubenci. Sekarang kamu datang kepadaku. Maka lihatlah bagaimana aku memperlakukan dirimu.” Kemudian kubur akan merapat dan terus menghimpitnya, sehingga tulang rusuknya saling menikam. Lalu datanglah tujuh puluh ekor ular untuk menyiksanya. Jika satu saja dari bisa ular itu menetes ke bumi, tidak sehelai rumput pun yang dapat tumbuh di atasnya. Ular-ular ini terus mematuknya sampai hari Kiamat.” Sabda Nabi saw., “Kubur adalah taman dari taman-taman surga, atau jurang dari jurang-jurang neraka.”

Syair Cinta Pada-Nya...

Tertanam dalam hati dilema hakiki
Tuk gapai cinta yang tak mungkin dimiliki
Satu nama telah dalam terpatri
Dalam lubuk hati ini

Ku terisak dibawah temaram bulan
Merasa cinta ini tak lagi nyaman
Ada niat tuk meninggalkan
Namun hati tak mengizinkan

Labil nian hati melayang
Di buai angin hingga ke ayang
Ku paksa hati ingin pulang
Kembali hanya untuk cinta sejati-Nya yang agung

Note: Jangan hanya mendamba cinta dari seorang hamba, melainkan dari-Nya... Sang Maha Pemberi Cinta.

Gandum =))


Mereka makan ini...
            Gandum merupakan bahan makanan utama keluarga Rasulullah saw. Dalam sebuah riwayat Aisyah berkata, “Keluarga Nabi tidak pernah kenyang dengan memakan roti gandum dua hari berturut-turut dan pada hari mereka tidak memakan roti, maka mereka memakan tamar...”. (Riwayat Bukhari dan Muslim)
            Sama seperti nasi, gandum pun merupakan salah satu sumber karbohidrat. Hanya saja, beras memiliki kandungan glukosa yang lebih tinggi dibanding gandum. Selain itu, dalam setiap 100 gram gandum, terkandung 3,1 mg zat besi dan 36 mg kalsium. Kandungan zat tersebut sangat bermanfaat untuk penyembuhan beberapa penyakit.
            Dalam biji gandum terdapat senyawa folic acid yang berguna mengurangi atau bahkan dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner. Gandum juga mengandung asam fitat yang dapat melindungi tubuh dari sel kanker kolon (usus besar) yang akan berkembang.
            Selain itu, juga mengandung antioksidan yang dapat mengikat radikal bebas sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.
            Para ahli gizi juga mengakui bahwa gandum memiliki serat yang tinggi. Serat ini berkhasiat menghaluskan feces manusia dan mengikat kolestrol, lemak, dan juga asam empedu. Bagi yang memiliki penyakit asam kolestrol, dianjurkan makanan olahan dari gandum secara rutin dan dilakukan terus menerus.
            Serat yang terdapat dalam gandum juga membuat rasa kenyang lebih lama. Karenanya, mengkonsumsi gandum sangat baik untuk menurunkan berat badan. Rasa kenyang yang lebih lama akan membuat keinginan untuk makan dapat dikurangi. Dengan demikian, pemakaian karbohidrat dalam tubuh dapat dilakukan secara maksimal dan tidak memberi kesempatan karbohidrat menjadi lemak yang kadang dapat membahayakan kesehatan.
            Biji gandum yang diolah menjadi roti memiliki kandungan gula yang rendah dibanding sumber karbohidrat lainnya. Kelebihan zat gula dalam darah bisa menimbulkan penyakit diabetes. Mengkonsumsi roti yang terbuat dari biji gandum sebagai karbohidrat sangat dianjurkan bagi yang memiliki penyakit tersebut.
            Demikianlah beberapa khasiat makanan keluarga Rasulullah. Semoga bermanfaat :)