These are some tips to be a good listener which is given by writer to all of you. Simak yo!
1. Tanamkan kesadaran bahwa mendengarkan adalah pekerjaan mulia dan kunci kesuksesan.
Hati manusia akan berjiwa besar (lapang dada) bila diawali dari membuka mata dan membuka pendengaran.
2. Berikan perhatian sepenuhnya kepada lawan bicara.
Ketika ada yang ingin mengajak kita berbicara, berusahalah untuk menjauhkan semua pikiran yang mengganggu dalam kepala kita. Fokuskan diri kepada uraian pembicaraannya. Kita tidak mungkin bisa mendengarkannya jika pada saat yang sama kita memikirkan hal lain yang mengganggu pikiran kita.
3. Hindari perdebatan yang tidak perlu.
Keadaan ini perlu diperhatikan jika kita sedang dalam pembicaraan yang berbeda sudut pandang. Jangan memberikan komentar mendadak ketika lawan bicara sedang mengungkapkan pandangannya. Jangan pula ajak dia untuk berdebat, apalagi jika kita ingin mencari siapa pemenang dari perdebatan tersebut. Hal ini akan membuatnya malas berkomunikasi dengan kita. Biasakan memberi kesempatan padanya untuk menjelaskan duduk persoalan sebelum kita berkomentar.
4. Tataplah mata lawan dengan tatapan hormat.
Bagaimana rasanya berbicara dengan orang yang menghindari kontak matanya dengan kita? Mungkin akan menyakitkan. Terutama jika kita ingin membicarakan sesuatu yang penting. Karenanya, ketika kita sedang bicara, tataplah matanya. Saat kita memandangnya, dia akan merasa nyaman, mau membuka hati dan masalahnya pada kita. Jangan berkeliling memandang ruangan atau objek lain.
5. Perhatikan intonasi dan bahasa tubuhnya.
Biasanya orang akan menyembunyikan emosinya ketika berbicara dengan kita. Dengan memperhatikan intonasi suara dan bahasa tubuhnya, kita bisa mendapatkan tanda-tanda dan mampu memahami apa yang sebenarnya ada di pikirannya. Kita pun bisa menjadi semakin tahu bagaimana cara menghadapinya.
6. Berikan respon yang bersahabat.
Respon kecil yang mungkin tampak sepele bisa membuat lawan bicara merasa dihargai. Sekali-kali anda bisa megangguk, menggelengkan kepala, tersenyum, tertawa kecil, atau memberikan komentar-komentar pendek seperti, “Oh, ya?, hebat!” dan lain-lain.
7. Jangan alihkan pembicaraan secara tiba-tiba.
Bila kita merasa bosan atau tidak berminat dengan topik pembicaraannya, alihkan dengan perlahan-lahan. Jangan mengubah topik pembicaraan secara tiba-tiba.
8. Belajarlah peka terhadap motif pembicaraannya.
Mungkin dia sedang mencurahkan isi hatinya tanpa keinginan untuk dinasehati, apalagi disalahkan. Jadi kita cukup berperan sebagai pendengar saja. Mungkin dia sedang menceritakan pengalaman agar kita memujinya. Jadi, pujilah ia dengan tulus.
9. Ungkapkan dengan santun bila tidak punya waktu banyak untuk mendengarkannya.
Keberanian kita untuk mengkomunikasikan kondisi kita sejak awal akan membuat lawan biacara mengukur pembicaraannya. Tapi jika kita tidak mengungkapkannya sejak awal, sementara kita tidak bisa berlama-lama karena ada kepentingan lain, lalu kita putuskan pembicaraan, ia pun akan kecewa kepada kita.
10. Belajarlah mendengar dengan sabar dan tulus.
Semua tips di atas tidak akan membuat kita menjadi pendengar yang baik bila kita tidak melakukannya dengan sabar dan tulus. Kita tidak akan menjadi pendengar yang baik bila terbiasa berpura menjadi pendengar yang baik.
Wallahu a’lam bish—shawab ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar