Sabtu, 05 Mei 2012

Arrrrggggghhhh


Akhir-akhir ini, saya bawaannya suntuk terus. Ada juga perasaan sedih yang berbaur didalamnya. Saya memang ketawa-ketiwi sama teman-teman, tapi dalam hati, tidak ada tawa. Yang ada hanya perasaan sedih. Sumpah kalo ketemu si Sedih itu, saya tonjok-tonjok mukanya. Bikin saya limbung begini. Heeeeeeh .-. setiap kali liat mereka, rasanya mau menangis terus. Tapi, saya simpan-simpan saja  dan tidak memberitahukannya kepada warga setempat. Takut digebukin massa *nah lo hubungannya apa* kalian tahu? Saya benar-benar takut kehilangan. Kehilangan apa? siapa? Siapa lagi kalo bukan mereka-mereka yang tidak meneruskan SMA di Al-Azhar. Saya sedih ingatnya. Apalagi si Dini. Perempuan dengan pembawaan yang cerianya minta ampun ngalahin tante-tante girang yang abis gosipin si Jupe ama si Persik. Aaaaaah, gila. Saya takut. Taku setakut takutnya. Padahal sebagai teman yang mematuhi UU, saya harus ikhlas dengan apapun keputusan mereka. Dan saya coba hargai itu. Tiga tahun bersama bukanlah hal yang mudah untuk dilepas *ceileh* makanya saya senewen begini ingat-ingat mereka yang bakal pisah dari kita.
Tidak terbayangkan. Menyedihkan, mengerikan, menggelikan, mengharukan, mengesalkan, menjengkelkan. Lihatlah nanti selanjutnya. Bab 1 belum dimulai. Sekarang, kita masih berada dipendahuluan.

Mishfah Fathiyyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar