Akhir-akhir ini, saya
bawaannya suntuk terus. Ada juga perasaan sedih yang berbaur didalamnya. Saya memang
ketawa-ketiwi sama teman-teman, tapi dalam hati, tidak ada tawa. Yang ada hanya
perasaan sedih. Sumpah kalo ketemu si Sedih itu, saya tonjok-tonjok mukanya. Bikin
saya limbung begini. Heeeeeeh .-. setiap kali liat mereka, rasanya mau menangis
terus. Tapi, saya simpan-simpan saja dan
tidak memberitahukannya kepada warga setempat. Takut digebukin massa *nah lo
hubungannya apa* kalian tahu? Saya benar-benar takut kehilangan. Kehilangan apa?
siapa? Siapa lagi kalo bukan mereka-mereka yang tidak meneruskan SMA di
Al-Azhar. Saya sedih ingatnya. Apalagi si Dini. Perempuan dengan pembawaan yang
cerianya minta ampun ngalahin tante-tante girang yang abis gosipin si Jupe ama
si Persik. Aaaaaah, gila. Saya takut. Taku setakut takutnya. Padahal sebagai
teman yang mematuhi UU, saya harus ikhlas dengan apapun keputusan mereka. Dan saya
coba hargai itu. Tiga tahun bersama bukanlah hal yang mudah untuk dilepas
*ceileh* makanya saya senewen begini ingat-ingat mereka yang bakal pisah dari
kita.
Tidak terbayangkan. Menyedihkan,
mengerikan, menggelikan, mengharukan, mengesalkan, menjengkelkan. Lihatlah nanti
selanjutnya. Bab 1 belum dimulai. Sekarang, kita masih berada dipendahuluan.
Mishfah Fathiyyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar