Kondisinya berbeda
sekarang, dengan kata lain, tidak seperti dulu lagi. Ada yang sarat dengan
kebencian di balik pasang mata orang-orang yang duduk di belakang meja kayu
itu, yang duduk di atas kursi kayu itu. Aura yang terpancar dari orang-orang
itu hanyalah aura kebencian, tidak kurang, tidak juga lebih. Sorot mata
orang-orang itu menampakkan sebuah perubahan besar, perubahan yang
mengentak-ngentakan emosi dan perasaan mereka. Semua itu jelas terlihat dari
tingkah dan perilaku mereka yang jauh dari biasanya. Ada apa? Ada apa ini? Ada yang
tidak saya ketahui tentang beberapa potong kejadian? Ada yang terlewatkan? Saya
tidak memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berlarian di kepalaku, pertanyaan-pertanyaan
yang terus mengendap-endap di kepalaku, tidak ada yang mau menjawabnya. Enggan mungkin,
taulah.
Perasaan tidak enak
terus berjinjit-jinjit di sudut hati, menganggu. Tidak adakah orang yang sadar
akan beberapa perubahan ini? Apa yang sedang mereka lakukan? Menutup mata? Yang
ini sibuk. Yang itu sibuk. Tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang peka. Lagi
lagi cuma saya yang rasa, lagi lagi hanya saya yang peka. Yang lain pada kemana
ha? Liat ini! Liat keadaan disekitar kalian. Bisakah kalian menghentikan sejenak
kesibukan itu dan melihat di sekeliling kalian? Semuanya berubah, semuanya
berbeda. Perubahan yang menohok hati, membuat saya merasa bersalah karena lalai
dalam menjaga salah satu bagian sistem diantara kita sehingga sistem itu lambat
laun hancur, hilang, menyisahkan berpotong-potong perubahan yang juga merubah
kita dan kalian tidak pernah menyadarinya. Sayang sekali.
Kalian akan sadar,
ternganga dan akhirnya menyesal. Lalu kalian akan umpat sana umpat sini, saling
menyalahkan, saling membicarakan, saling tusuk... padahal apa? Padahal kalianlah
yang membuatnya. YOU ALL MADE THIS HA! Padahal diri kalian sendiri yang “pantas”
kalian cela dan hina. Diri kalian. Diri kalian teman-teman. Kalian, kalian,
kalian dan saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar